Soepra Basumda 22
Oleh : Albertly Manuela (siswa kelas X IPS)
Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober merupakan tonggak sejarah penting dalam perjalanan panjang Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Peringatan Sumpah Pemuda selalu dimaknai untuk mengenang semangat para pemuda yang pada masa meraih kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan selama dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Jakarta. Ikrar Sumpah Pemuda Pemuda yang telah dirumuskan pada Kongres Pemuda Kedua yaitu: Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah yang Satu, Tanah Air Indonesia; Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia; Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.
Sumpah Pemuda mengajarkan nilai-nilai persatuan bangsa dan membuktikan bahwa perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia ternyata dapat disatukan sebagai perwujudan Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu Sumpah Pemuda juga mengajarkan kita untuk memiliki dasa cinta tanah air. Rasa cinta tanah air yang di maksud dapat berupa seperti mencintai keberagaman budaya, keyakinan, suku, dan bahasa yang ada di bangsa ini.
Makna dari Sumpah Pemuda tersebut tidak akan pernah pudar, karena memiliki peran yang sangat besar untuk bangsa Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu sesuai dengan perkembangan zaman, budaya dan keadaan setempat berubah. Banyak kebiasaan-kebiasaan baru yang muncul di era ini. Peringatan Sumpah Pemuda yang dulunya dirayakan dengan sangat baik dan hikmat kini kurang dapat dimaknai oleh banyak orang. Banyak orang yang hanya ikut ikutan merayakan hari Sumpah Pemuda tanpa mengetahui makna dari perayaan Sumpah Pemuda tersebut. Bahkan banyak anak-anak maupun orang dewasa yang lupa atau tidak mengetahui tanggal Sumpah Pemuda diperingati. Hal tersebut merupakan salah satu faktor yang menyebabkan berkurangnya rasa nasionalisme.
Sebagai manusia modern yang hidup di zaman ini, harus bisa memaknai Sumpah Pemuda ini. Untuk memaknai Hari Sumpah Pemuda tersebut dengan baik dapat dilakukan dengan beberapa hal yang dasar. Seperti menghormati sesama, menggunakan produk dalam negeri, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan masih banyak lainnya. Meskipun hal ini terbilang cukup mudah jika tidak ada kemauan dalam diri kita sendiri maka hal tersebut tidak akan terlaksana dengan baik. Banyak bentuk kegiatan yang menarik bisa banyak hal dilaksanakan di sekolah, lingkungan masyarakat dan warga sekitar sehingga bisa meningkatkan rasa nasionalisme setiap orang di lingkungan terdekatnya.
Selain itu kita dapat memaknai Hari Sumpah Pemuda ini dengan kegiatan yang menyenangkan. Seperti kegiatan Soepra Basumda 22 (Soegijapranata Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda Tahun 2022) yang dilaksanakan di SMAK. Mgr. Soegijapranata Pasuruan. Soepra Basumda 22 ini dilaksanakan bersamaan dengan Bulan Bahasa dan Bulan Kitab Suci karena bertepatan dengan umat Katolik yang memperingati BKSN (Bulan Kitab Suci Nasional) setiap bulan September tiap tahunnya.
Di Soepra Basumda 22 banyak kegiatan dan lomba-lomba yang menarik. Beberapa lomba yang tersedia pada acara ini adalah lomba debat kebangsaan, lomba menyanyi bahasa Inggris, Jawa, dan Mandarin, design banner digital, Javanese story telling, dan mading setiap angkatan. Pada hari dilaksanakan kegiatan seluruh siswa dan guru mengenakan baju adat sebagai bentuk memaknai hari Sumpah Pemuda.
Sebelum acara inti dimulai, kami melaksanakam upacara untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Setelah upacara usai para siswa diminta untuk berkumpul ke aula untuk melaksanakan acara Soepra Basumda 22. Acara ini dibuka dengan tarian tradisional, hal ini menjadi salah satu contoh memaknai hari Sumpah Pemuda yaitu rasa cinta tanah air. Selanjutnya diadakan lomba yang pertama yaitu lomba debat kebangsaan yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama mendapatkan mosi “Hukuman Pidana Mati untuk Pelaku Tindak Pidana Korupsi” dan sesi kedua mendapatkan mosi “Sistem Zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru di SMA dapat Mempengaruhi Kualitas Mutu Pendidikan”. Pembagian mosi ini di pilih secara acak oleh dewan juri kepada peserta yang diwakili oleh setiap angkatan.
Lomba selanjutnya adalah lomba menyanyi dalam berbagai bahasa. Setiap kelas mengirim dua orang sebagai perwakilan. Nah, sebelum lomba berikutnya dimulai seluruh siswa diajak untuk berdiri dan diajak untuk joget bersama supaya tidak mengantuk. Selain itu para siswa diajak untuk bermain tebak lirik lagu, yang dapat menjawab akan mendapatkan hadiah snack yang cukup banyak. Sampai sudah kita ke lomba yang terakhir yaitu lomba Javanese story telling. Tema dari Javanese story telling ini bebas, asalkan tema yang diambil adalah cerita rakyat atau legenda. Setiap angkatan mengirim satu siswa sebagai perwakilan, dengan begitu total siswa yang mengikuti Javanese story telling adalah 4 siswa yang terdiri atas angkatan kelas X hingga XII serta satu siswa dari SMK. Kegiatan dan lomba-lomba yang diadakan berjalan dengan sangat baik hingga selesai sudah acara Soepra Basumda 22 di SMAK Mgr. Soegijapranata Pasuruan. Sebelum mengakhiri acara, seluruh siswa-siswi dan para guru berdoa bersama sebagai rasa syukur karena acara yang dijalankan dapat berjalan dengan baik.
Kegiatan Soepra Basumda 22 ini mendapatkan respon yang baik oleh siswa-siswi SMAK Mgr. Soegijapranata Pasuruan salah satu siswi bernama Tiffany kelas X MIPA menyampaikan kalau kegiatan Soepra Basumda 22 ini mulai dari awal berjalan lancar, setiap yang dilombakan sangat menarik dan relevan dengan kemampuan siswa tentang bahasa dan rasa nasionalisme di hari Sumpah Pemuda. Selain itu acaranya sangat seru dan menyenangkan. Saran untuk lomba-lombanya perlu diperbanyak lagi dan tepat dalam mengurutkan mata lomba supaya siswa tidak merasa bosan pada saat dilaksanakannya lomba di Soepra Basumda selanjutnya.
Ricky siswa kelas X MIPA juga tak kalah antusiasnya dalam mengikuti kegiatan Soepra Basumda 22, dia mengatakan bahwa kegiatannya menarik dan seru terlebih bisa membuat siswa-siswi lebih banyak tahu tentang budaya di Indonesia serta kearifan lokal dari segi baju adat maupun bahasa yang digunakan saat pelaksanaan lomba-lomba. Saran dari Ricky terkait Soepra Basumda 22 yaitu lombanya diperbanyak lagi supaya lebih seru di tahun berikutnya. Pada saat acara terdapat stand bazar yang menjual berbagai macam makanan dan minuman tetapi masih kurang bervariasi supaya banyak minat siswa untuk membeli makanan dan minuman di stand bazar tersebut. Semangat untuk event-event keren lainnya di sekolah kita.
Hal tersebut merupakan cara sederhana untuk memaknai bulan bahasa dan hari sumpah pemuda dengan baik. Bukan hanya dilakukan ketika peringatan hari Sumpah Pemuda saja, namun juga perlu dipraktikkan secara terus menerus dalam kehidpan sehari-hari sehingga makna dari Sumpah Pemuda dapat diresapi dengan baik. Sebagai generasi penerus bangsa harus bisa melestarikan kebudayaan yang ada di negara kita.
Tinggalkan Balasan